Aku terbangun di ujung pagi..
Ketika samar-samar ku pandang sepasang kelopak mata berpahat kerut keriput menatapku sayu, membetulkan letak selimutku, dan mengelus helai2 rambutku. Mata itu hanya sebagian dr wajah tak kenal lelah yang pandai menata hati, mengemas cemas, dan menyimpan betapa beratnya beban hidup yang harus ia tanggung agar kami selalu dapat tersenyum lebar tanpa sedikitpun beban layaknya yang ia pendam.. diam2 kuperhatikan dengan sdikit mmbuka mata yg tampak terpejam, dia menatapku teduh tersenyum seolah berkata “hari sudah pagi..ayo buka mata dan cepat kejar harapan yg selama ini sudah kugantungkan dilehermu”..
Mata itu, ah..mata yg slalu memaksaku untuk terus bertahan menganyam benang2 mimpi masa depanku, mata yg selalu bs menyulut apiku ketika mulai redup dan menyerah pd keadaan. Mata itu pula yg yg kerap menahan ketika aku mncoba lari dan sembunyi dlm bodohnya kesenanganku sndiri.
Dan si empunya mata itu..dia adlh wanita paling tulus yg pernah aku kenal,
Mimpinya mungkin teramat sederhana, jgnkan berkhayal satu waktu bs berlibur ke berbagai belahan penjuru bumi, untuk sekedar meluangkan waktu jln2 melepas penat membuang sdikit beban dan memanjakan diri melihat dieng yg kata orang indah itupun aku yakin tak pernah terlintas dlm benaknya. Dia kuat, dia tegar dengan telapak tangan yg mgkn sdikit kasar agar bisa melihat kami berdiri sprti matahari..mimpi bs tersenyum bangga karena smua usahanya.
Aku tau tak pernah sekalipun dia mengharapkanku untk mengganti tiap tetes keringat yg telah ia peras dr pangkal pori2 kulitnya agar aku bs bertahan hdup smpai saat ini, ataupun menuntutku mengembalikan berkubik2 kalori energi yg tlh ia korbankan untk menyediakan smua kbutuhanku agar aku merasa layak dan tak menyesal tlh ditadirkan mjd satu bgian dr khidupannya.. dan aku benar2 yakin dia memang tak inginkan balasan apa2, selain bs tersenyum bangga melihatku mjd “orang” agar bisa memiliki kehidupan yg lebih baik dr dirinya.
Jika sudah tiba waktunya masa ini sudah tak lg bersahabat dg sisa2 tenaganya, aku ingin membuatkan untuknya warung kecil di dpn rumah masa kcilku itu. Ya, ckup warung kecil saja..agar ia bisa beristirahat dan mmpunyai kesibukan di hari senjanya. Karena aku tau smpai kpnpun dia akan slalu merasa mampu, dan kurasa ini bisa sdkit menghiburnya. Tak perlu kemana2 lg, agar stiap hari tak melewatkn waktu tersenyum melihat cucu-cucunya tumbuh, berlari sprti masa kcilku, dn sesekali ia melayani tamu yang mampir ke warung itu ntk membeli sesuatu yg ia jual..tak usah trlalu ramai pembeli, ksihan sendi2nya yg sudah mulai rapuh..asal msh ada sdikit keuntungan untuknya agar sesekali ia bs membelikan permen untuk cucu2nya, aku rasa dia sudah sangat bahagia..
Tak mau banyak cakap untuk menghasilkan paduan yg pragmatis tntg apa yg sudah aku tulis sedari tadi..yg aku tahu, aku SAYANG kau ibu!! Dan tak prnh skalipun menyesal tlh mnjdi satu bgian dlm hdupmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar