Senin, 22 Agustus 2011

Ugh

Entah apa setelah ini
cuma sedu sedan malam
menangis dalam rupa tetesan hujan
juga keluh ranting kering kepada udara hening
dan derak hatiku yang mulai retak
 
aku terisak mengadukan reruntuhan jejak
tentang entah kepada entah
menyeru bulan yang tertahan pekat awan
karena kepadanya rindu pernah kutitipkan
tentangmu tentu saja
 
berhadapan dengan laju usia
aku tak berdaya
kenangan telah penuh oleh peluh
lusuh setelah tempuh masa yang jauh
kelak kau lihat, bahuku telah sangat rapuh
 
di antara kenyataan dan sisa-sisa angan
aku ingin berhenti mengembara
sesungguhnya aku ingin berhenti mengembara
beribu malam memburu harapan
kudapati hanya kesedihan
 
lalu apa setelah ini?
setelah selesai aku dengarkan
terima kasih dedaunan kepada hujan
tetap saja yang kudapatkan cuma setikam kesendirian
engkau jelas tak akan datang
 
hujan masih berkejaran mencari tanah tujuan
semakin dalam aku tenggelam
untuk entah karena entah
mengenangmu?ah, engkau telah seburam dasar kolam
aku benar-benar kehilangan
 
malam terus saja berlari
gelisahku mulai terasa nyeri
mengapa waktu tak mau peduli?
aku masih berhenti, memasung hati di dalam sepi
meski mengerti, engkau tak akan pernah kembali.
 
(lupa tulisan siapa...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar