Masih di januari...
Selalu ada harapan untuk coba berdamai dengan hujan atau bahkan mengusirnya cepat-cepat,
Ada angin yang begitu sulit ku maki!
Bersama sunyi menanti pagi, hanya ada malam, gelap, dan gelisah..sepi memang, tp pada mereka juga tetap kutautkan asa dan kubisikkan "jangan pergi, karna aku tak ingin sendiri", "Tetap disini, hibur aku meski tanpa suara, meski hanya lewat dingin dan pekat..toh aku tak butuh semua rayu, semua sudah cukup, yang ku tau cuma kalian yang peduli sampai saat inii". Kau pikir aku sudah gila? hanya mengadu kepada malam yang tak akan pernah sekalipun memberi jawaban..tp, kupikir ini lebih baik daripada harus mengeluh. Mencoba mengeluh ketika tak ada seorangpun disini? apa gunanya? tak akan merubah keadaan, sementara resah dan tatap mata gelisah masih saja menanti, meratap hingga tanpa sadar pagi yang sedari tadi kunanti sudah lenyap kembali ditelan senja.
Penantian? Penantian? hah, tak usah membuatku tertawa malam ini..tak ada seorangpun yg pantas kunanti, jejak-jejak itu sudah lenyap tersapu gerimis, mengalir menuju hilir karena hujan sore tadi hingga kupastikan tak ada basa-basi lagi untuk menghapus kisahmu kemarin pagi.
Jujur, untuk saat ini aku hanya butuh seseorang disini..bukan untuk kubagi sendu, tp masih ada seribu rayu dan (....), bukan untuk kutitipkan resah, tp tak henti kuanyamkan sebentang senyuman yang akan menemaninya sepanjang ia masih terjaga..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar