Senin, 22 Agustus 2011

Jendela

Kawan, saat ini aku tengah terpaku memandang gerimis di sela-sela kabut tipis yg sedari pagi menyelimuti kota kcilku. Sudah hampir 3/4 jam aku duduk dibalik jendela tua ini, sejak hembusan udara dingin menerpa wajahku sampai percikan air mulai menghampiri. Ada banyak tatapan-tatapan kosong serta selintas ingatan2 kcil tentang masa lalu, tentang banyak hal yg prnah terjadi, meski tak bisa kugambarkan secara utuh.
 
Aku tak tahu ingin apa aku sprti ini dan untuk apa aku disini, hanya untuk duduk memandang hujan, menggali dan mengingat kembali pahitnya masa lalu, atau menunggu seseorang yang barangkali melintas di dpn jendelaku?? ah tampaknya bukan itu semua..aku hanya ingin berdiam diri, bukan menyendiri. Merencanakan mimpi agar aku bisa memulai smua yang baru dengan lebih baik. bukan untuk mengulang dan memperbaiki smua kesalahan karna kupikir itu konyol, waktu trus berlalu dan tak ada toleransi bagiku jika harus kembali dan memperbaikinya. untuk memperbaiki berarti aku harus kembali, dan untuk kembali mau tak mau aku harus mengingat semuanya lagi..sedangkan mengingat? ini yg paling aku takutkan, sudah sekuat tenaga aku mencoba bangkit dan melupakan semuanya..biar dia hilang, bersama semua cerita yang sudah ku kubur dalam2!
 
Kembali ke jendela ini,
aku pandangi sekeliing, banyak yang sudah berbeda..sekarang jendela ini banyak dipenuhi keriput, padahal terakhir aku disini dia masih tampak kuat dan perkasa..tp itu beberapa tahun lalu. Aaah trnyata sudah terlalu lama,  aku baru sadar ternyata waktu begitu kejam dan begitu cepat berlalu. Jendela yang masih sama, tempatku mengadu sejak aku masih mengenakan celana merah dengan ingus di kedua lubang hidungku sampai saat ini ketika sudah tumbuh bulu2 halus di ketiakku. tapi sudah selama ini pun jendela ini tak pernah mau bicara, pdhl ingin sekali aku dengar ia mengeluh dan mengaduh ketika aku hantam keras2 saat aku sedang marah dengan semua orang, ingin aku dengar ia memberi tanggapan yg antusias ketika aku sedang bercerita tntg gadis yg aku sukai, ingin aku dengar ia menghiburku ktika aku sedang terjatuh, dan ingin aku dengar ia bertanya "kpn kau akan bercerita kepadaku lg?"
 
Dari ruang tengah sayup2 aku dengar suara winamp dari laptop yg blum sempat aku matikan,
"...Hilang mimpi sisakan luka resah, masih mungkin sakit sembunyi..yakinkan saat smuanya berakhir, hilang semua" lagu lama sekali yang tak sengaja aku masukkan ke playlist.
 
Kawan, saat ini aku sedang tidak mengeluh..karena hari ini aku benar2 sadar bahwa Tuhan itu adil dan sudah mengatur semua untuk makhluknya sesuai porsi2 yang telah ditetapkannya sesuai batas kemampuan. Mungkin Aku pernah bangga karena bisa dterima di smua sekolah dan universitas yang aku inginkan. Namun Aku juga harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa aku melewatkan kesempatan untuk sebuah masa depan cerah yang saat itu ada di depan mataku. Bukankah dunia itu cukup adil untuk manusia. Kebahagian dan kesedihan selalu ada dalam dunia. Apakah Aku layak mengeluh? Tidak. Aku tidak mengeluh. Aku jalani semua dengan baik baik saja.
 
Jendelaku, sbentar lg aku harus berangkat... kembali ke tempat dimana aku harus mengejar mimpi masa dpnku. tetap disini, suatu saat aku akan kembali berbagi cerita lagi..mungkin esok ketika keadaan sprti ini datang lagi, ketika sama sekali tak ada seorangpun untuk tempatku berbagi,saat aku merasa sepi dan sendiri..."titip rindu buat ayah dan keluargaku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar